Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Sistem asuransi syariah

Berbagi hasil dan berbagi risiko

ASuransi syariah sebagai perusahaan adalah sebuah usaha atau bisnis yang menerapkan prinsip-prinsip syari’I sehingga jelas kehalalannya. Keunggulan prinsip syari’I adalh terwujudnya keadilan antarpihak yang berinteraksi sekaligus terdapatnya fleksibilitas atau kemudahan  kemudahan dalam bertransaksi.

Dua hal yang ditawarkan dalam perusahaan asuransi syariah adalah

Sistem bagi hasil terhadap hasil pengelolaan dana

Sistem bagi risiko di natara sesame peserta

 

Kedua-duanya mendukung hukum muamalah seperti yang disyariatkan. Dana yang dibayarkan pada asuransi syariah atau nama peserta lansgung dipisahkan dalam akun yang berbeda yaitu akun dana tabarru dan akun dana peserta, jika ada. Dana tabarru akan digunakan sebagai sarana berbagi risiko dengan cara memberikan santunan jika ada peserta yang mengalami musibah sebagaimana yang telah diperjanjikam. Dapun dana pesert akan diinvestasikan dan dibukukban dalam rekening peserta sebagai manfaat diakhir kontrak atau pada saat peserta mengakibatkan perjanjiannya.

Sesuai dengan kedudukannya sebagai pengelola, asuransi syariah akan mengelola dana tabarru dan dana milik peserta berdasarkan konsep bagi hasil dengan menempatkan dana-dana tersebut instrument berbasis syariah. Dengan demikian, diharapkan dana tabarru yang terkumpul cukup untuk membayar klaim yang terjadi dana peserta diharapkan akan berkembang sesuai dengan yang direncanakan.

Selain kedua jenis dana tersebut, dalam asuransi syariah dikenal jenis dana lain yaitu dana pemegang saham. Keiga jenis dana inilah oleh takaful Indonesia disebut dengan 3 pundi sumber dana. Pertama, sumber dana dari pemegang saham yang digunakan untuk operasional dan manajemen perusahaan.

Kedua, dana tabarru atau dana kebajikan yang digunakan untuk  santunan jika ada peserta terkena musibah. Ketiga, dana investasi peserta yang dibagikan kembali kepad pesera dengan yang telah diakadkan.

berdasarkan fatwa dewan syariah nasional nomor 21/dsn/mui/x/2001. Tentang pedoman umum asuransi syariah jika terjadi surplus underwriting, sebagian atau seluruh surplus tersebut harus dicadangkan sebagai dana tabarru abadi. Dengan demikian, apabila jumlah klaim yang terjadi lebih kecil dari total dana tabarru, semakin lama akumulasi dana tabarru tersebut semakin membesar.

Akumulasi pundi dana tabarru yang sangat besar tersebut dapat digunakan sebagai penambah manfaat peserta yang mengalami musibah atau dapat digunakan sebagai subsidi atas kontribusi tabarru yang seharusnya dibayarkan oleh peserta. Konsep seperti ini menjadi sulit digunakan dalam sistem asuransi konvensionall.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


thanks! click to close