Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Rukun Akad Wakalah Asuransi Syariah (.)

Rukun Akad Wakalah

Terdapat rukun dalam akad wakalah yang apbila salah satu dari rukun tersebut tidak ada, akad wakalah dapat menjadi batal atau tidak terjadi akad. Rukun akad wakalah adalah sebagai berikut

  1. Muwakil atau yang mewakilkan

Muwakil, yaitu seseorang atau badan hukum yang memberikan hak perwakilan kepada pihak lain, untuk melakukan suatu urusan/pekerjaan tertentu. Dalam asuransi syariah, muwakil adalah nasabah yang mewakilkan kepada perusahaan asuransi syariah untuk mengelola premi atau kontribusinya.

  1. Wakil

Wakil, yaitu seseorang atau badan hukum yang menerima hak perwakilan dari muwakil untuk melakukan suatu urusan/pekerjaan tertentu. Dalam asuransi syariah, perusahaan asuransi syariah bertindak atas nama wakil nasabah.

  1. Muwakkal iih atau sesuatu yang diwakilkan

Muwakkal fiih yaitu sesuatu yang diwakilkan untuk dikerjakan, baik berupa sebuah urusan atau pekerjaan tertentu seperti membelikan barang dan mengerjakan proyek tertentu. Dalam asuransi syariah, yang diwakilkan adalah pengolahan tabarru, apabila terjadi satu musibah tertentu.

  1. Shigat atau Lafadz Mewakilkan

Shigat, yaitu Lafadz yang menunjukkan adanya pewakilan dari muwakil kepada wakil. Shigat ini seperti ijab qabul dalam jual beli.

Syarat Wakalah

Selain rukun, terdapat juga syarat yang harus dipernuhi dalam akad wakalah, karena jika syarat=syaratnya tidak terpenuhi, akad wakalah akan menjadi rusak. Syarat akad wakalah adalah sebagai berikut

  1. Syarat Muwakil

Muwakil memiliki kuasa terhadap barang/urusan yang akan diwakilkan da dapat bertindak pada harta tersebut. Jika muwakil bukan pemilik, wakalah tersebut batal. Dalam asuransi syariah, nasabah haruslah sebagai orang yang memilliki kecakapan dalam melakukan transaksi.

  1. Syarat wakil

Wakil harus orang yang memiliki kecakapan dan kuasa untuk mengelola harta. Dalam asuransi syariah perusahaan asuransi syariah harus memiliki profesionalitas dalam mengelola dana nasabah.

  1. Syarat Muwakal Fiih
  2. Muwakal fiih haruslah merupakan sesuatu yang boleh diwakilkan secara hukum syariah. Tidak boleh secara hukum syariah. Misalnya, mewakilkan dalam mengerjakan shalat atau mewakilkan dalam berwudhu.
  3. Objek yang diwakilkan haruslah merupakan sesuatu yang dimiliki oleh muwakil
  4. Sesuatu yang diwakilkan harus diketahui dengan jelas.

Jenis wakalah

Dilhat dari sisi bentuk, objek yang diwakilkan da nada atau tidaknya konsekuensi hukumnya, akad wakalah memilik beberapa jenis berikut

Jenis pertama : wakalah amah dan wakalah khasah

  1. Wakalah amah (perwakilan umum)

Wakalah amah yaitu mewakilkan suatu urusan secara umum tanpa mengkhususkan suatu perkara atau mengecualikan perkara lainnya. Perwakilan umum memiliki hak/kuasa untuk melakukan semua urusan, selama tidak bertentangan dengan syariat dan atau selama tidak mendatangkan mudharat bagi muwakil.

  1. Wakalah Khasah

Wakalah khasah, yaitu mewakilkan suatu urusan secara khusus hanya  pada urusan yang diwakilkan. Misalnya, mewakilkan pada aspek jual beli saja dan simpan pinjam saja. Dalam wakalah khasah ini, wakil tidak diperkenankan mengerjakan atau melakukan sesuatu yang tidak diwakilkan kepadanya.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>