Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Prinsip-prinsip Andal Berasuransi Syariah (.)

Prinsip-prinsip Andal Berasuransi Syariah

Ada pertanyaan umum yang kerap dilontarkan masyrakat awam, mngapa kita harus berasuransi ? Dalam manajemen keuangan kini, asuransi menjadi sebuah pertimbangan sebagai salah satu ikhtiar perencanaan keuangan sekaligus upaya menghilangkan, menghindarkan, bahkan memperkecil risiko yang mungkin terjadi pada kemudian hari.

Tanpa bermaksud mendahului takdir, asuransi dapatlah diniatkan sebgai ikhtiar persiapan seperti yang telah dijelaskan dengan pendapat-pendapat sebelumnya.. Oleh karena itu, Islam pun memberi jalan sehingga asuransi juga bisa menjadi ikhtiar untuk saling menolong diantara sesalama Muslim atau bahkan sesame manusia.

Semua kepentingan dan kemanfaatan berasuransi akan lebih bermakna jikalau menjadi  komitmen untuk melaksanakannya sesuai dengan syariah. Oleh karena itu, kta juga perlu harus tahu beberapa keandalan berasuansi syariah. Berikut ini beberapa keandalan berasuransi syariah.

  1. Adanya landasan Tauhid

Asuransi syariah dijalankan atas keandalan tauhid dengan implementasi hukum Islam sesuai dengan Al-Quran dab As-Sunnah beserta Al-Hadits. Oleh karena itu, asuransi syariah dilaksanakan atas dasar ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjadlaankan perintahNya sert menjaugi laranganNya, terutama dalam ikhtiar berbisnis.

Asuransi syariah termasuk ijtihad para ulama yang tergolong dalam fiqih klasik. Itjihad para ulama yang tergolong dalam fiqih klasik. Ijtihad dalam definisinya dapat disebutkan sebagai usaha keras dan sungguh-sungguh yang dilakukan para mujtahid untuk mencapai suatu putusan syara’ (hukum Islam) yang digali bersumberkan Al-Quran dan Al-Hadits.

  1. Adanya Keadilan

Asuransi syariah dijalankan berdasarkan akad-akad yang menjunjung keadilan serta transportas sehingga tidak merugikan salah satu pihak atau menguntungkan salah satu pihak. Konsep ini tentu menenangkan pihak-pihak yang bersepakat, terutama pihak yang membi amanah.

  1. Adanya kasih sayang

Asuransi syariah dijalankan atas sdasar kasih sayang antar sesame manusia yang membutuhkan, sehingga setiap peserta asuransi dan pengelola dana asuransi sama-sama meniatkan danya untuk tujuan menolong. Benefit utama dari konsep ini adakah balasan pahala dari ridha dari Allah Swt atas harta yang diperoleh.

  1. Bertolong-tolongan

Asuransi syariah menadi peluang mengembangkan sikap saling menolong sehingga setiap peserta asuransi syariah telah meniatkan sebagian dananya untuk kepentingan menolong sesamanya. Hal ini akan semakin meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan juga hubungan antar sesame umat manusia.

  1. Bersikap jujur dan terpercaya

Pengelola asuransi syariah dituntut untuk jujur dan bertanggung jawab sehingga mendapatkan kepercayaan dari peserta asuransi syariah yang mempercayakan dananya untuk dikelola, baik dalam investasi usaha maupun sebagai dana untuk kepentingan tolong-menolong. Dengan demikian akan berkembang praktik ekonomi yang sehat sekaligus kekuatan jangka panjang.

  1. Bersikap Ridha

ASuransi syariah mendorong keridhaan dari peserta asuransi dan termasuk juga pengelola asuransi untuk sama-sama beriktiar di jalan yang benar. Dengan demikian, asuransi syariah menjadi jalan riyadhah (pelatihan) mengimplementasikan keridhaan dalam berbagai hal, terutama dalam pengeolaan harta.

  1. Tanpa Sogok (Risywah)

ASuransi syariah menafikan unsur sogok-menyogok dan membersihkannya dengan akad-akad yang dijamin secara syari’I. Apa pun bentuknya berupa fee, hadiah, gratifikasi, semua yang tergolong pemberian dengan maksud adanya pamrih dapat jatuh pada riswyah yang diharamkan.

  1. Tanpa Curang (Tathfif)

Asuransi syariah dengan berbagai implementasi akad-akad sesuai dengan syari’I menutup jalan perbuatan curang bagi pengelola asuransi maupun jalan perbuatan curang bagi pengelola asuransi maupun peserta asuransi. Kecurangan semata-mata akan mengundang murka Allah Swt dan hal tersebut tidak berlaku pada asuransi syariah yang di dasarkan prinsip-prinsip transparansi, kejujuran dan keadilan bagi semuanya.

  1. Tanpa Gharar, Maisir dan Riba

Asuransi syariah bersih dari unsur gharar, maisir dan riba dengan prinsip kehati-hatian dalam implementasinya. Kedua belah pihak yang bersepakat dalam asuransi syariah mendasarkan akadnya dengan mengeleminasi unsur penipuan/ketidakjelasan, perjudian dan juga bunga uang.

  1. Maslahat

Asuransi syariah menguundang maslahat bagi peserta asuransi maupun pengeola asuransi karena Islam melarang ikhtiar ataupun segala sesuatu yang tidak bermanfaat. Manusia yang paling baik menurut Nabi Muhamad saw adalah manusia yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Semua pihak yang terlibat dalam asuransi syariah berlomba-lomba memberi manfaat kepada orang lain.

  1. Melayani

ASuransi syaiah membuka peluang kedua belah pihak yang bersepakat untuk saling melayani sesuai dengan etiket muamalah dalam Islam. Pengelola asuransi beserta segenap karyawannya dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta asuransi yang mengamanahkannya sebagian dananya untuk dikelola.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>