Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Prinsip asuransi syariah (.)

Ada hal yang memang mengganjal dalam sistem asuransi seperti ini jika dibandingkan dengan prinsip syariah, yaitu adanya unsur ketidakjelasan (gharar) meskipun metode praktiknya sejalan dengan prinsip pertukaran sebagaimana layaknya jual beli. Pertukaran manfaat, yaitu pengelola bersedia menanggung atau memberi jaminan kepada peserta dan peserta membayar sejumlah premi sebagai imbalan. Akan tetapi, apa yang dipertanggungjawabkan adalah sesuatu yang belum pasti terjadi atau sesuatu yang tidak jelas.

Dalam produk dwiguna misalnya, peserta berkewajiban membayar premi tetap selama peserta masih hidup dalam masa perjanjian. Untuk hal ini, peserta akan mendapatkan pertanggungan yang jumlahnya sudah ditentukan. Akan tetapi, premi tetap yang terus menerus dibayarkan tidak diketahui pasti berapa jumlahnya kelak antara sesuai dengan jumlah asuransi yang dibayarkan atau melebihi dari jumlah asuransi, bahkan mungkin juga kurang. Dari hal ini terdapat juga unsur perjudian atau untung-untungan dari kedua belah pihak.

Ada pihak yang dirugikan dan ada pihak yang diuntungkan dalam praktik asuransi konvensional seperti ini. Namun, menurut fakta dalam berbagai klaim asuransi konvensional, pihak pesertalah yang kerap dirugikan. Bahkan, hal ini ditambah lagi asumsi sulitnya mengurus klaim asuransi dengan birokrasi yang bebelit-belit. Tentu kenyataan tersebut sangat bertentangan dengan hadits Nabi Muhammad saw :

“Permudahlah oleh kalian urusan orang lain dan jangan mempersulit; berilah oleh kalian kabar gembira dan jangan membuat mereka takut.”

Dengan demikian, ada faktor meragukan syubhat) yang alih-alih kemudian menjadi haram dalam praktik asuransi konvensional. Berikut secara ringkas pemaparan faktor yang menunjukan asuransi konvensional tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Ketidaksesuaian asuransi konvensional dengan syariah

Tedapat unsur Gharar (ketidakjelasan)

Nasabah tidak mengetahui seberapa besar dan seberapa lama ia harus membayar premi. Adakalanya seorang nasabah membayar premi satu kali, kemudian ia mendapatkan klaim karena adanya musibah yang menimpanya. Namun, adakalanya seorang nasabah telah membayar premi hingga belsan kali, tidak mendapatkan klaim, lantaran tidak ada musibah yang menimpanya.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>