Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Praktik asuransi syariah

Praktik asuransi syariah merupakan jawaban atas kebutuhan kaum muslim dalam mengantisipasi risiko secara alami. Jelas, asuransi syariah dengan prinsip dasar hukum islam lebih maslahat bukan hanya untuk kaum muslim, melainkan juga untuk kaum non muslim. Selain itu, kaum muslim juga mendapatkan wahana untuk mengumpulkan dana bersama yang digunakan untuk kemaslahatan bersama-sama sesuai dengan prinsip-prinsip syar’i.

Kesadaran organisasi syariah ini justru tumbuh lebih dahulu di negara-negara lain, seperti pada decade 1970 an. Pada 197, faisal Islamic bank of sudan memprakarsai berdirinya perusahaan asuransi syariah Islamic insurance Co, Ltd. Di sudan dan Islamic insurance Co Ltd di arab Saudi. Lalu, keberhasilan ini diikuti dengan pendirian Dar al-Mal al-Islami di Geneva, swiss dan takaful islami di Bahrain pada 1981. Kemudian, pada 1984 di Malaysia berdiri Syarikat Takaful Malaysia Berhad yang sepuluh tahun kemudian (1994) diikuti dengan berdirinya asuransi takaful Indonesia dengan nama PT Syarikat Takaful Indonesia. PT Syarikat Takaful Indonesia kemudian mengembangkan dua anak perusahaan yaitu PT ASuransi Takaful Keluarga danPT Asuransi Takaful Umum menjawab kebutuhan masyrakat muslim.

Pada perspektif kepentingan jangka panjang tentu praktik-praktik ekonomi secara syariah ini lebih menguntungkan dengan dua visi dan tujuan sekaligus, yaitu dunia dan akhirat. Karena itu, berdirinya perusahaan asuransi syariah patut kita anggap sebagai kemajuan dan bukannya kemunduran kembali kepada praktik masa lalu.

Walaupun demikian, kita sadari bersama bahwa pengambangan ekonomi syariah, khususnya asuransi juga menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Muhammad Syakir Sula, kendala dan tantangan pengembangan asuransi syariah sebagai berikut

Kurangnya sosialisasi tentang asuransi syariah kepada masyarakat. Media komunikasi yang digunakan masih cenderung tradisional, seperti cara presentasi, seminar dan ceramah. Di sisi lain, sosialisasi lewat media cetak maupun elektronik masih sangat kuran. Hal tersebut tentu dipengaruhi pula faktor permodalan.

Kurangnya tenaga ahli asuransi syariah dengan fakta terbatasnya tenaga ahli yang benar-benar menguasai teknik asuransi yang sekaligus secara bersamaan juga menguasai teknik syariah. Dalam hal ini, memang sangat diperlukan pendidikan yang dapat melahirkan praktisi-praktisi ekonomi syariah yan benar-benar professional, khususnya dalam bidang asuransi syariah

Kurangnya dukungan umat dengan fakta masih minimnya partisipasi masyrakat muslim untuk menjadikan asuransi syariah sebagai kewajiban dalam praktik muamalah.. Alhasil, kepentingan finansial jauh lebih dominan dibandingkan dengan kebutuhan kesesuaian dengan ketentuan hukum islam. Padahal, hukum islam mewajibkan pemeluknya menjalankan ajaran islam secara menyeluruh tanpa kecuali dari mulai akidah, akhlak, ibadah hingga muamalaj yang harus sesuai dengan tuntunan syar’i.

Kurangnya dukungan pemerintah terlihat dari kendala perundang-undangan yang berlaku sehingga belum memfasilitasi perkembangan asuransi syariah secara optimal.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>