Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Perlukah asuransi swasta

Cukupkah Hanya Mengandalkan BPJS Kesehatan? - dompetpintar.com

Pada awal tahun 2014 pemerintah meluncurkan program layanan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Program pemerintah ini ditunjukan untuk masyarakat umum.

Program ini merupakan layanan asuransi dari pemerintah dengan cara masyarakat membayar premi sebesar Rp 20-60 ribu/ bulan. Meskipun terjangkau, asuransi ini dapat digunakan untuk semua kalangan. Layanan ini sangat mengembirakan bagi masyarakat umum. Namun apakah anda terpikir bahwa apakah cukup hanya mengandalkan asuransi dari pemerintah? Apakah untuk berjaga-jaga sebaiknya kita memiliki asuransi tambahan dari swasta?

Financial planner dari Tata Dana, Aprida CFP meyakinkan, meski iurannya murah, asuransi pemerintah ini cukup bisa diandalkan.  Menurutnya, pemerintah cukup berkomitmen tinggi dengan layanan kesehatan ini. “Mereka yang kena kanker, bisa dapat kemo gratis. Atau yang harus cuci darah pun biayanya akan dicover,” katanya.

Namun memang, dari sisi kenyamanan, asuransi pemerintah ini memang dirasa kurang. Pasalnya, alur layanan  peserta BPJS memang cukup panjang. Jika peserta mengalami gangguan kesehatan, maka pertama kali, dia harus memeriksakan diri ke puskesmas terlebih dahulu. Ketika si pasien dirasa membutuhkan layanan kesehatan yang lebih maksimal lagi, baru kemudian dia dirujuk ke Rumah Sakit pemerintah. “Alur inilah yang kadang membuat kita tidak sabaran,” katanya.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengungkapkana ada masalah krusial dibalik penolakan tersebut.

Salah satunya, adalah rendahnya iuran BPJS yang diterima rumah sakit swasta, sehingga rumah sakit ini “mengoper” pasien BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Ini yang notabene BPJS, penerima bantuan iuran (PBI) untuk berobat di rumah sakit khususnya swasta menolak, dengan alasan kamarnya penuh,” kata Tulus dalam acara Polemik Sindo Trijaya dengan tema Mau Sehat Kok Repot di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Dia menjelaskan, RS swasta tidak puas dengan sistem yang diterapkan.

“Itu BPJS memang hanya cover Rp4,5 juta untuk berobat, namun operasional rumah sakit menanggung Rp16 juta. Siapa yang mau nanggung? Makanya caranya menolak secara halus. Ini membuat warga miskin yang bisa sakit dengan adanya program ini, malah sekarang mikir-mikir,” tukasnya.

Kita berharap adanya perbaikan sistem yang diterapkan BPJS dan setiap warga Indonesia dapat membayar premi dengan tepat waktu sehingga proses subsidi silang antara warga kelas menengah keatas ke warga kelas menengah kebawah dapat berjalan dengan baik.

 

Kami menyediakan informasi penting lainnya seputar asuransi dan perencanaan keuangan. Silahkan lihat di artikel terbaru

asuransi pendidikan

Saat ini kami sedang melakukan survey mengenai penyakit kritis, silahkan bantu kami dengan mengisi kuesioner ini

Sebagai ucapan terima kasih kami akan berikan ebook gratis yang akan berguna untuk anda dan keluarga dan beberapa souvernir yang menarik lainnya.

Silahkan masuk ke survey ini KUESIONER

Terima kasih

Be Sociable, Share!

4 Responses to Perlukah asuransi swasta

  1. agung mengatakan:

    Saat ini masing masing keluarga saya punya asuransi swasta. buat antisipasi saja. Makasih infonya

    • admin mengatakan:

      Sama-sama pak agung. Terima kasih telah mengunjungi website kami. Jika bp ingin berkonsultasi bp bisa isi form dibawah ini.

      Trims

  2. legan mengatakan:

    Ya betul pak, BPJS pelayannya suka lamabt karena yang dilayani sangat banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>