Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Pengertian asuransi dan asuransi syariah

Secara umum, asuransi berarti jaminan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata asuransi dipadankan dengan kata pertanggungan. Sebaliknya, kita kutip salah satu definisi standar tentang asuransi dari undang-undang no 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian yang menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara kedua pihak atau lebih, dengan pihak penganggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, unuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang digharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul daru suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk pembayaran yang didsarkan atau meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Secara fleksible, seperti yang dikemukakan oleh Herman Darmawi dalam bukunya manajemen asuransi, asurnsi dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang yaitu ekonomi, hukum, bisnis, sosial, dan matematika. Mari, kita jejaki pengertian tersebut

Ekonomi

Sebuah metode untuk mengurangi risiko dengan jalan memindahkan dan mengkombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan.

Hukum

Suatu kontrak pertanggungan risiko antara tertanggung dan penanggung. Penangung berjanji membayar kerugian yang disebabkan risiko atas hal yang dipertanggungkan. Adapun tertanggung membayar premi secara periodic kepada penanggung.

Bisnis

Sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima/menjual jasa, pemindahan risiko kepada pihak lain dan memperoleh keuntungan dengan berbagi risiko diantara sejumlah nasabahnya.

Sosial

Organisasi sosial yang menerima pemindahan risiko dan mengumpulkan dana dari anggota-anggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada setiap anggota tersebut.

Matematis

Aplikasi matematika dalam memperhitungkan biaya dan faedah pertanggungan risiko. Hukum probabilitas dan teknik statistic dipergunakan untuk mencapai hasil yang dapat diramalkan.

 

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa asuransi pada dasarnya merupakan konsep pengelolaan risiko dengan cara mengalihkan risiko yang mungkin timbul dari peristiwa tertentu yang tidak diharapkan kepada orang lain yang sanggup mengganti kerugian yang diderita dengan imbalan menerima premi.

Pihak yang bersedia mengambil risiko tersebut disebut penanggung. Adapun pihak yang mengalihkan risiko disebut tertanggung. Perusahaan asuransi sebagai penanggung, dengan teknik tertentu dapat memperkirakan besarnya risiko financial yang dihadapi pada masa akan datang dari perisitiwa yang dipertanggungkan. Dengan demikian, besarnya premi dari pertanggungan tersebut dapat diperkirakan. Dengan demikian, besarnya premi dari pertanggungan tersebut dapat diperkirakan. Dengan menggunakan konsep hukum bilangan besar, besarnya premi yang diterima oleh perusahaan asuransi lebih dari cukup untuk menutup kerugian dari pertanggungan tersebut. Hal inilah yang disebut dengan underwriting profit yang merupakan salah satu sumber keuntungan asuransi konvesnional. Sumber keuntungan lain dari perusahaan asuransi konvensional berasal dari selisih bunga teknis dari bunga hasil investasi.

Dalam asuransi syariah, istilah penganggung dan tertanggung tidak relevan lagi jika dipandang sebagai pihak yang berbeda. Dalam kepesertaan asuransi syariah, baik tertanggung maupun penanggung adalah sesame peserta itu sendiri. Perusahaan asuransi syariah dalam hal ini bertindak sebagai operator yang bertugas mengurus masalah administrasi data kepesertaan, mengelola risiko, mengelola dana dan membayarkan klaim sesuai denagn yang diperjanjikan. Sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan tersebut, perusahaan asuransi syariah memperoleh fee dan atau bagi hasil dari pengelolaan dana yang dilakukan serta memperoleh pembagiaan dari underwriting surplus sesuai dengan yang disepakati.

Asuransi syariah maupun asuransi konvensional sama-sama menggunakan mekanisme reasuransi dalam rangka menyebar risiko yang dikelolanya. Perbedaanya, dalam asuransi syariah tetap menggunakan sharing of risk, sementara asuransi konvensional menggunakan konsep transfer of risk.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>