Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Double Job Perawat dan Bidan

 

 

5-usaha-sampingan-bagi-perawat

 

Jumlah tenaga kesehatan di Indonesia saat ini masih sangat jauh dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Pada tahun 2014 jumlah tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, kefarmasian, dan lain-lainnya mencapai 891.897. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 877.098.

Kebutuhan tenaga kesehatan ini tidak dibarengi dengan tingkat kesejahteraan, dimana banyak perawat, bidan yang digaji dibawah UMR atau sesuai UMR. Hal ini sangat miris sekali mengingat untuk menjadi seorang perawat dan bidan, membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk sekolah keperawatan dan kebidanan. Sementara seseorang yang notabane hanya lulusan SMA yang bekerja di pabrik dapat melampui gaji perawat dan bidan.

Sebagai contoh kasus, rata-rata gaji perawat dan bidan di Jakarta tidak lebih dari Rp 4 juta, sementara gaji seorang operator bisa mencapai Rp 4 juta bahkan lebih. Hal ini sangat berbeda dengan gaji yang diterima perawat di negara Jepang, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, gaji yang diterima perawat asal Indonesia di Jepang mencapai Rp32 juta/bulan.

 

IRONIS BUKAN ??

 

Namun sadarilah pekerjaan perawat dan bidan sangat mulia, karena tanpa mereka pasien-pasien akan terlantar dan orangtua tidak ada yang membantu dalam proses persalinan.

 

So, jangan menyesal menjadi perawat atau bidan

 

Bekerja menjadi perawat tentunya sangat menyita waktu baik waktu untuk keluarga, istirahat atau untuk mengelola usaha sampingan yang, tetapi anda jangan khawatir karena semua itu dapat kita antisipasi dengan memilih tipe pekerjaan atau usaha sampingan yang tepat bagi perawat dan bidan.

 

Oke langsung saja kita kumpas kerja sampingan yang sangat cocok bagi perawat dan bidan. Silahkan dibaca sampai selesai

 

Mungkin sebagian dari kita sudah mengenal profesi sebagai financial consultant asuransi atau agen asuransi bukan ? Bagi beberapa orang awam ada yang menganggap remeh/sepele pekerjaan agen asuransi ini. Hal ini sangat wajar, mengapa ? karena agen asuransi yang anda kenal adalah agen yang tidak sukses. Namun kalau anda teliti dan mencari tau berapa rata-rata penghasilan profesi agen asuransi ini, anda akan dibuat tercengang.

 

Saya kutip artikel dari website http://bisnis.liputan6.com mengenai profesi agen asuransi

Ketua Dewan Asuransi Indonesia Kornelius Simanjuntak mengklaim gaji seseorang yang berkarir di sektor asuransi bisa melebihi direksi sebuah perusahaan.

Kornelius mengatakan, peluang karir di asuransi sangatlah besar. Selain itu pendapatan seseorang yang berkarir di sektor asuransi juga bisa menjadi gantungan hidup.

“Gaji orang asuransi lebih besar dari bank, kalau tidak mengenal tidak mengetahui apa yang di sana, sekarang agen bekerja di asuransi gaji direksi kalah,” kata dia di Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Menurut dia, untuk mencapai pendapatan yang besar, pekerja asuransi harus tekun dengan pekerjaannya. Jika kunci tersebut digunakan maka dipastikan pendapatan pekerja asuransi bisa melebihi pendapatan pekerja lulusan strata satu yang bekerja di tempat lain.

“Income mereka bagi yang menekuni dengan baik kalau gaji S1 Rp 3 juta-Rp 4 juta (perbulan), itu sebelum satu tahun 6 bulan training review. Jangankan Rp 6 juta, Rp 15 juta -Rp 20 juta diraih, dengan syarat ditekuni,” ungkap dia.

Kornelius menceritakan, pekerja asuransi di luar negeri sangat dihargai, karena masyarakat di sana sudah mengetahui pendapatan bekerja di sektor asuransi sangatlah besar. “Di negara maju kita ngobrol di mana bekerja orang asuransi banyak uang, enak ya jadi agen,” tuturnya.

Hal tersebut sudah dilakukan mahasiswa yang diajar Kornelius. “Mahasiswa saya aja ada beberapa terjun ke profesi ini, income-nya begitu dia lulus, semester 5-6 income sudah ada Rp 20 juta-Rp 25 juta, melaksanakan anjuran saya untuk berkarir, dampak cukup posisitif dan sangat positif, apalagi dengan adanya OJK,” tutup dia. (Pew/Nur)

 

Bagaimana cara kerja agen asuransi dan mengapa bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan juta rupiah perbulan ?

Semua ada hitung-hitungan matematikanya, jika anda ditawarkan bisnis yang menggiurkan tetapi tidak bisa di hitung secara logika dan tidak sustainable minimal 15 tahun. Maka LUPAKAN pekerjaan tersebut, karena akan menghabiskan waktu dan usia anda.

 

Bisnis asuransi sangat berbeda dengan bisnis lainnya. Mengapa ?

Contoh

JIka harga barang Rp 30.000, lalu kita jual barang tersebut seharga Rp 32.000. Berapa keuntungannya ? pastinya Rp 2.000 belum termasuk biaya operasional bukan ?

Berbeda dennga bisnis asuransi

Contoh

Ada seorang keluarga mengambil asuransi pendidikan dengan premi Rp 1 juta/bulan. Berapa keuntungan kita sebagai agen ?

Keuntungannya adalah 42 % x Rp 1 juta yaitu Rp 420.000

Tapi tunggu dulu,  keuntungan Rp 420.000 kita dapat setiap bulan selama 2 tahun.

Artinya jika ingin mempunyai penghasilan Rp 6 juta/bulan di tahun berikutnya. Kita hanya menjual kepada 15-17 orang dalam 1 tahun atau 2 orang dalam 1 bulan.

 

Bandingkan dengan profesi anda untuk mendapatkan penghasilan Rp 6 juta/bulan.

 

BISNIS ASURANSI BERBEDA DENGAN SALESMAN

 

Dalam bisnis asuransi, anda tidak serta merta menjual produk.

Kenyataannya, berapa banyak orang yang suka menjadi salesman ?

Tidak banyak bukan ??

Sama seperti kami yang, tidak suka menjadi salesman.

Kita semua tahu hal itu, itulah sebabnya kami bukan mengajari anda bagaimana berjualan.  Kami mengajarkan anda bagaimana memberikan edukasi dan nasihat buat calon nasabah anda. Dan pada akhirnya, nasabah tersebut punya 2 pilihan.

  1. Mau melakukan saran anda
  2. Mengabaikan saran anda

Contoh :

Anda tahu kenapa orang mempertimbangkan asuransi jiwa ? Salah satu alasan adalah perlindungan penyakit kritis. Anda pernah dengar orang yang tidur lalu meninggal ? Anda juga pernah mendengar orang sakit dulu baru meninggal ? Mana yang lebih umum ?

Dengan kata lain, kebanyakan orang termasuk anda dan saya, akan jatuh sakit dulu baru meninggal. Anda tentunya sangat paham dengan hal ini, mengingat profesi anda bersentuhan dengan orang-orang yang menderita berbagai macam penyakit.

Ketika kita sakit, kita tidak bisa bekerja tapi keluarga kita tetap butuh penghasilan, apakah betul ?

Studi telah menunjukan bahwa orang yang terdiagnosa sakit kritis butuh uang sebanyak 5 tahun kerja sebagai pengganti berobat. Kenapa 5 tahun ? Karena dalam 5 tahun, anda bisa benar-benar pulih sembuh atau anda meninggal

Jika biaya hidup keluarga anda butuh Rp 5 juta/bulan atau Rp 60 juta/tahun, keluarga anda butuh dana Rp 300 juta buat pengganti 5 tahun penghasilan.

Apakah ayah anda atau ibu anda seorang dokter ? Jika tidak kalau begitu, anda harus membayar sendiri biaya berobatnya. Nah, seandainya terdiagnosa sakit kritis, pelayanan kamar kelas apa yang menjadi pilhanmu?

Jika anda pilih pelayanan kelas VIP, dibutuhkan Rp 500 juta

Jika anda pilih pelayanan kelas 1, dibutuhkan RP 300 juta

Jika anda pilih pelayanan kelas 2, dibutuhkan RP 200 juta.

 

Kelas mana yang anda pilih ?  

Jika anda memilih kelas VIP, maka anda membutuhkan dana Rp 500 juta dan pengganti penghasilan anda selama 5 tahun Rp 300 juta. Jadi total yang anda butuhkan Rp 800 juta.

Apakah anda mempunyai uang cash Rp 800 juta ? Itulah sebabnya perlindungan penyakit kritis menjadi perhatian banyak orang. Jauh lebih murah meninggal dari pada sakit.

Nah, sekarang anda sudah sadar situasinya.

Tugas kita adalah mengedukasi nasabah, anda bisa lihat pentingnya asuransi jiwa dan anda mau melakukan sesuatu yang melindungi keluarga anda dari musibah sakit kritis.

Saya tidak berusaha untuk menjual apapun ke anda.

Umumnya orang suka memberikan nasehat/saran/masukan pada orang lain. Perbedaanya adalah mereka tidak dibayar dalam memberikan nasihat tersebut, tetapi anda dibayar dan dibayar sangat tinggi.

 

Jadi apakah kamu mau dibayar mahal untuk memberikan nasehat ???

 

Fakta menunjukkan mayoritas orang yang saya tanyai selalu menjawab YA.

 

Anda dapat menasehati semua pasien yang pernah anda tangani, agar mereka tidak mengalami kebangkrutan disaat keluarga mereka mengalami sakit berkepanjangan.

 

Beberapa konsep asuransi yang sangat menguntungkan seperti asuransi pendidikan, asuransi pendidikan ini memiliki banyak manfaat seperti

  • Tabungan pendidikan saat anak memasuki masa sekolah
  • Diberikan kartu kesehatan anak, dengan kondisi tersebut anak tidak perlu lagi menggunakan BPJS yang harus menunggu antrian yang sangat panjang dan rumah sakit yang terbatas
  • Garansi tabungan pendidikan jika pencari nafkah mengalami salah satu hal dari sakit kritis, cacat tetap total atau meninggal.

 

PROGRAM INI SANGAT MEMBANTU BUKAN ?

Anda hanya memanfaat peluang yang ada didepan  mata. JIka dalam sehari anda dapat melayani 20 pasien baru. Maka dalam sebulan anda melayani kurang lebih  600 orang.

Seandainya anda hanya menasehati 100 pasien saja dalam sebulan, dan risiko terburuknya dari 100 orang tersebut hanya 15 orang yang mengambil dalam 1 bulan dengan premi  asuransi Rp 500.000/bulan. Maka total premi yang anda hasilkan adalah 15 x RP 500.000/bulan = Rp 7.500.000/bulan, penambahan penghasilan anda dalah sebagai berikut

Komisi, 30 % x Rp 7.5 juta adalah Rp 2,2 juta/bulan

Bonus 12 % x Rp 7.5 juta adalah Rp 900.000/bulan.

Total penambahan penghasilan per bulan adalah Rp 3.1 juta/bulan.

 

Jika anda lakukan ini setiap bulannya, 15 orang dalam 1 bulan. Maka penghasilan anda menjadi RP 6.2 juta/bulan DST.

 

Sangat Efektif BUKAN ??

 

Perusahaan asuransi memberikan fasilitas pelatihan agar anda mampu menasehati para pasien sehingga mereka mau mengikuti nasehat anda.

 

Sekian dulu pembahasan dari saya mengenai pekerjaan asuransi

Saat ini kami membuka kesempatan bagi anda yang ingin mencoba pekerjaan sampingan asuransi/double job, Anda tidak perlu berhenti dari pekerjaan anda saat ini. Karena bisnis asuransi ini sangat fleksible. Berikut persyaratan untuk menjadi agen asuransi di tim kami

– Minimal pendidikan d3 atau s1

– Dapat bekerjasama dalam tim atau individu

– Memiliki sikap yang positif

– Mau mengikuti training yang diselenggarakan

– Memiliki hasrat belajar yang tinggi

– Bertanggung jawab, dapat dipercaya dan mandiri

 

Jika anda memenuhi kualifikasi diatas, silahkan isi form dibawah ini. Dan kami akan proses untuk tahapan interview.

Bulan ini kami hanya membutuhkan 5 orang untuk agen asuransi

 

Perawat bisa kaya

 

images

Be Sociable, Share!
Fields marked with an * are required

17 Responses to Double Job Perawat dan Bidan

  1. jamal mengatakan:

    Semoga bisa bekerja sama dan saling menguntungkan🙏

  2. mimi nurmiati mengatakan:

    sy ingin mencoba bergabung di frudencial finance, walau sebenarnya sy blm mnguasai betul kinerjanya.

  3. lailil m mengatakan:

    Pak/bu saya mau tanya, apakah hrs krj di RS/ klinik yg bisa jd anggotanya? Ini saya msh study lanjut dan apakah bisa ikut? Trimakasih..

  4. rudi mengatakan:

    Mudah2an bisa bergabung

  5. Farah Queen mengatakan:

    Pekerjaan ini bisa dijadikan sampingan ya ? Bagiaimana proses menjadi agen asuransi ? sepertinya aku bisa jalani jika hanya melakukan itu. mksh

  6. Linda Mardiana mengatakan:

    aku perawat di surabaya, mohon bantuannya karena gaji seorang perawat memang sangat kecil. sementara anak2ku sudah cukup besar.terima kasih

    • admin mengatakan:

      Silahkan mba Linda, kita akan bantu proses seleksinya. Tidak ada biaya administrasinya.
      Jika dalam 1 tahun mba Linda tidak memiliki penghasilan minimal Rp 4 juta/bulan.
      Mba bisa resign.

      Sistem ini sudah teruji

      Terima kasih

  7. Destiana Pardevi Ningrum mengatakan:

    Aku mau coba gabung, semoga kerja kerasku disini mendapatkan hasil yang maksimal

    • admin mengatakan:

      Silahkan mba Destiana, kita akan bantu proses seleksinya. Tidak ada biaya administrasinya.
      Jika dalam 1 tahun mba Linda tidak memiliki penghasilan minimal Rp 4 juta/bulan.
      Mba bisa resign.

      Sistem ini sudah teruji

      Terima kasih

  8. Haebullah mengatakan:

    Betul sekali. Temen saya seorang dokter sekarang malah beralih menjadi pebisnis asuransi. Patut dicoba. Saya sekarang sudah jalani. Asal tekun pasti hasilnya menjanjikan.

    • admin mengatakan:

      Salam kenal Pak Haebullah, bp sudah jadi agen asuransi ?SIlahkan pak daftar, supaya bp sukses juga seperti temannya :)

  9. sarah.anggraeni mengatakan:

    Gimana proses pendaftarannya pak/bu ? aku tertarik dengan pekerjaan tambahan ini. Memang gaji perawat tidak bisa diharapkan. Semoga rejeki ku disini.

    • admin mengatakan:

      Salam kenal BU Sarah

      Sudah isi formya ? Jika sudah segera kami hubungi untuk menjelaskan proses seleksinya. Proses seleksi tanpa pungutan biaya

  10. Feri Ardiansyah mengatakan:

    makasih gan infonya, boleh dicoba

  11. Maya mengatakan:

    sekarang aku kerja d rs swasta di jakarta pusat. aku mau coba jalanin agen asuransi buat nambah penghasilan, proses pendafarannya bagaimana ? aku sudah isi form diatas. mkasih

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>