Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Dasar hukum akad hibah/Tabarru asuransi jiwa (.)

 

 

Hibah/tabarru merupakan akda yang memiliki legalitas hukum syari’ah, baik dari Al-Quran  maupun dari As-Sunnah, diantaranya sebagai berikut

“Bukanlah kebaikan itu engkau mengarahkan wajahmu menghadap timur dan barat. Akan tetapi, kebaikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir , para malaikat, para nabi, memberikan harta yang disukainya kepada kerabat dekatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin , orang yang meminta-minta dan untuk membebaskan budak…..”

(QS al-Baqarah (2): 177

Rukun Tabarru (hibah)

Sebagai akad yang penting dalam sistem operasional asuransi syariah, dalam implementasinya, tabarru atau hibah harus memperhatikan rukun-rukunnya. APabila salah satu rukun dari tabarru atau hibah hilang, akan mengakibatkan “hilangnya” keabsahan dari tabarru tersebut, yang secara otomatis juga dapat mengakibatkan batalnya akad ta’awun (asuransi syariah).

Rukun-rukun tabarru atau hibah adalah sebagai berikut:

  1. Wahib (pemberi hibah/tabarru)

Wahib, yaitu pemilik barang atau harta yang akan dihibahkan di tabarru-kan kepada orang lain. Dalam asuransi syariah wahib/pemberi hibah adalah nasabah pembayar premi.

  1. Al- Mauhub Lahu (Penerima Hibah/Tabarru)

Penerima hibah adalah siapa saja, lelaki/perempuan. tua/muda, bahkan Muslim dan non-muslim. Dalam asuransi syariah, almauhub lahu//penerima hibah adalah peserta asuransi syariah yang mengalami musibah sehingga berhak mendapatkan santunan/manfaat takaful.

  1. Al-Mauhub (barang/harta yang akan diberikan)

Al—Mauhub yaitu barang, harta atau sesuatu yang dimiliki oleh pemilik. Di isyaratkan tidak boleh memberikan sesuatu yang diharamkan, dalam asuransi syariah, al-mauhub adalah premi atau kontribusi

  1. As-Shigah (ijab dan Qabul)

As-Shiqah yaitu segala ungkapan yang menuntut adanya ijab dan qabul, baik melalui lisan maupun perbuatan. Dalam asuransi syariah, umumnya berbentuk formulit aplikasi yang ditandatangi oleh peserta, selanjutnya asuransi syariah menerbitkan polisnya.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>