Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Karyawan tambang, oil & gas, konstruksi wajib punya cermin penghasilan jika anda tahu risiko !!

1

Profesi berat seperti tambang, minyak, gas atau konstruksi merupakan profesi yang sangat menjanjikan, oleh karena itu banyak orang yang terjun di bidang tersebut.

Saat memulai karir biasanya para pekerja ditempatkan di lahan tambang, plant atau onshore sehingga pekerja berinteraksi secara langsung dengan lingkungan.

Para pekerja di bidang ini memiliki beberapa risiko yang disadari atau tidak disadari akan datang, karena dilapangan jarang sekali perusahaan menjalani zero accident.

Di BPJS/Jamsostek penyakit akibat kerja (occupational desease) sering disebut dengan penyakit yang timbul karena hubungan kerja, tergolong dalam kecelakaan. Tidak hanya kecelakaan mengenai unsur ruda paksa dalam artian persinggungan dengan benda yang terjatuh, terpukul, tertabrak dan lainnya, namun lebih memerhatikan keberlangsungan kesehatan tenaga kerja. Terkadang tanpa disadari tenaga kerja sendiri, paparan dengan zat-zat kimia dalam jangka lama dapat memengaruhi kesehatan mereka kedepannya.

 

Didalam sektor konstruksi

2

Kita mengetahui Indonesia sedang mengalami pembangunan besar-besaran dan dibalik pembangunan Bandara Kuala Namu, Jembatan Suramadu dan jalan tol Cikampek – Palimanan, serta proyek besar lainnya, tersimpan fakta jika angka kecelakaan terhadap para buruh konstruksi cukup besar.

Data dari International Labour Organization (ILO) mencatat, setiap hari terjadi sekitar enam ribu kecelakaan kerja mengakibatkan korban fatal di dunia. Di Indonesia, ada 20 kasus kecelakaan dialami para buruh dari setiap 100 ribu tenaga kerja, dan 30 persennya terjadi di sektor kontruksi.

“Data dari Jamsostek, secara keseluruhan sembilan orang meninggal perhari. Tiga orang di tempat kerja, enam orang di hubungan kerja. Ini meliputi saat perjalanan menuju atau setelah dari tempat kerja,” kata Daafi Armada, Kasie Pengawasan Norma K3 Konstruksi Bangunan dalam diskusi publik yang diadakan di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Senin, 29 Juni 2015.

Hal itu pun Diakui, Chandra Kurniawan, Kasubdit Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan, Listrik dan Penanggulangan Kebakaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menurutnya, hal itu terjadi karena kurangnya pengawasan yang menyebabkan lemahnya perlindungan pekerja dan tingginya kecelakaan di sektor konstruksi.

Jumlah tenaga kerja sektor konstruksi di Tanah Air saat ini berjumlah enam juta orang, namun angka kecelakaan kerja relatif tinggi, mencapai 31 persen. Risiko kerja konstruksi di hampir semua negara tinggi; seperti di Singapura mencapai 74 persen.

Kondisi semakin miris lantaran hanya ada sekira 1.500 pengawas untuk mengawasi pekerjaan inrastruktur yang diselenggarakan oleh sekira 175 ribu perusahaan konstruksi.

 

Di dalam sektor tambang

3

Disektor pertambangan masih menjadi sektor yang menyumbangkan angka kecelakaan kerja tertinggi. Tercatat, sebanyak 68 kasus kecelakaan kerja terjadi di sektor tersebut. Hal ini dikatakan Kepala Seksi K3 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda M Anwar. Dari 1000 perusahaan yang ada, hanya 146 perusahaan saja yang menjadi binaan. tahun lalu ada 68 kasus kecelakaan kerja.

 

Didalam sektor oil and gas

4

Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) mencatat angka kecelakaan kerja pada kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) di sepanjang 2014 mencapai 159 kejadian. Dari angka tersebut, 106 diantaranya merupakan kecelakaan ringan, 32 kecelakaan sedang, 16 kecelakaan berkategori berat, dan 6 lainnya kecelakaan fatal. Sementara di tahun sebelumnya, angka kecelakan kerja tercatat mencapai 183 kecelakaan.

Sedangkan untuk hilir migas, pada tahun 2014 terjadi 10 kecelakaan kerja yang terdiri dari 5 kecelakaan ringan, 2 kecelakaan sedang, 1 kecelakaan berat dan 2 kecelakaan fatal.

 

Pembahasan dari artikel ini adalah bagaimana peranan asuransi dalam menanggung biaya risiko yang mungkin terjadi pada suatu pekerjaan yang berbahaya.

 

Harus kita sadari bahwa setiap orang memiliki risiko, saat di dalam rumahpun risiko tertimpa barang bisa timbul. Apa lagi aktivitas sehari-sehari yang bersinggungan dengan unsur-unsur berbahaya.

Risiko yang datang ini menimbulkan biaya risiko yang lebih besar.

Seperti contoh

Seorang karyawan tambang mengalami kecelakaan kerja sehingga mengalami cacat. Dampak dari cacat tersebut adalah berhentinya pekerjaan.

Biaya risiko ini adalah penghasilan yang hilang plus biaya pengobatan.

 

Sebelum risiko itu terjadi, tentunya kita memiliki 2 pilihan untuk memperlakukan BIAYA RISIKO

  1. Menanggung biaya risiko itu sendiri
  2. Mentransfer biaya risiko kepada perusahaan asuransi, sehingga perusahaan asuransi yang menanggungnya.

 

Saat ini saya ingin membahas pilihan yang ke 2.

Bagaimana perusahaan asuransi menanggung biaya risiko yang timbul

Konsep asuransi ini dinamakan cermin penghasilan

 

Untuk mempermudah kita memahami cermin penghasilan, saya akan bantu dengan memberikan ilustrasi.

Nama Suami : Surya

Usia                : 30 tahun

Jumlah anak : 2

Penghasilan : Rp 10 juta/bulan

 

Bp Surya menabungkan penghasilannya untuk mengikuti program cermin penghasilan ini. Bp Surya menabung sebesar Rp 1 juta/bulan.

Suatu saat bp Surya mengalami kecelakaan kerja yang merengut nyawanya.

5

Karena alm sudah menyisihkan penghasilannya sebesar Rp 2 juta/bulan, di saat kejadian seperti ini. Maka fasilitas yang pasti diberikan adalah

Akan diberikan santunan sebesar Rp 4 Milyar, walaupun kejadian tersebut baru 1 bulan menabung.

Uang 4 Milyar yang didapatkan, akan di switch ke program desposito dengan return 6 % / tahun. Sehingga pendapatan dari program ini adalah 6 % x Rp 4 Milyar yaitu Rp 240juta/tahun atau Rp 20juta/bulan.

Pendapatan alm awalnya sebesar Rp 10 juta / bulan digantikan menjadi Rp 20 juta/bulan. Posisi alamarhum memang sudah meninggal, tetapi penghasilannya tetap bisa dinikmati oleh keluarga yang ditinggalkan, bahkan lebih dari penghasilan alm.

Lalu bagaimana dengan uang saya Rp 2 juta/bulan, jika saya tidak kecelakaan atau alm ?

Tenang saja, uang anda tidak hilang bahkan di investasikan di reksadana yang dkelola oleh eastrping investments indonesia.

Jika anda menabung selama

10 tahun, maka hasil tabungan anda sebesar Rp 280juta – Rp 360juta

Kalau anda menabung di bank, anda hanya dapat 10 tahun x 24juta = Rp 240 juta

Plus di potong admin dan tidak dapat manfaat lainnya.

 

Jika anda menabung selama

15 tahun, maka hasil tabungan anda sebesar Rp 720 juta – Rp 800 juta

20 tahun, makas hasil tabungan anda sebesar Rp 1.5 Milyar – Rp 1.6 Milyar

 

Mengapa perusahaan bisa memberikan manfaat ini ?

Karena manajemen perusahaan yang sangat baik dalam menginvestasikan dana nasabah dan proses seleksi penerimaan nasabah yang sangat ketat.

 

Proses seleksi yang dilakukan adalah

Tahap 1

Seleksi berkas seperti satus merokok, jenis pekerjaan, riwayat sakit, riwayat sakit keluarga, tindakan pidana, minuman beralkohol dsb

 

Tahap 2

Melakukan medical check up dilakukan di rumah sakit di wilayah kita, general check up dan tes HIV. (biaya ditanggung pihak asuransi)

 

Ini saatnya anda melindungi keluarga anda dari kebangkrutan keuangan akibat risiko yang bisa terjadi kapan saja dan program ini diperuntukan bagi mereka yang memiliki rasa tanggung jawab penuh kepada keluarga yang dicintainya.

6

 

Kami menyediakan konsultasi gratis mengenai program khusus ini. Konsultasi untuk

  1. Berapa jumlah premi yang harus saya ambil
  2. Berapa hasil tabungan yang saya dapatkan untuk pensiun, biaya pendidikan anak
  3. Interview kesehatan anda

 

Silahkan isi form dibawah ini dengan benar, jika anda ingin konsulltasi via BBM. Kami menyediakan fasilitas tersebut, anda bisa invite pin BBM admin kami 541C332E

 

 

Be Sociable, Share!
Fields marked with an * are required

3 Responses to Karyawan tambang, oil & gas, konstruksi wajib punya cermin penghasilan jika anda tahu risiko !!

  1. Efendy Manurung mengatakan:

    Proses pengajuan asuransi ini bagaimana yah ?

  2. Muhammad Salim mengatakan:

    Usia saat ini 35 tahun, memiliki 2 anak, anak pertama 6 tahun dan kedua 3 tahun.
    Premi yang sesuai untuk keluarga saya berapa ya ? budget sendiri sekitar 2-4 juta/bulan. Mohon sarannya.

  3. Joe Minahan mengatakan:

    Pas banget gan lagi cari asuransi buat cover kesehatan dan jiwa. Kalau gw usia 28 tahun, premi Rp 2.5 juta/bulan. Dapatnya berapa ya ??

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>