Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Bagaimana asuransi syariah ?

Pemaparan  singkat sebelumnya paling tidak menggambarkan pentingya berasuransi syariah sebagai solusi lebih baik dan lebih maslahat dibandingkan asuransi konvensional. Pertanyaan lebih lanjut, bagaimana sebenarnya implmentasi asuransi syariah ? Sebagian masyrakat muslim masih merasakan keragu-raguan dalam berasuransi syariah. Hal berikut ini menjadi penguat pemahaman terhadap asuransi syariah.

Pendapat para ulama

Mari kita telisik beberapa pendapat ulama berkaitan dengan asuransi syariah. Hal ini disebabkan konsep dan perjanjian asuransi merupakan jenis akad yang baru dan belum pernah ada pada masa-masa pertama perkembangan fiqih islam. Tentu saja hal ini menimbulkan diskusi, perbincangan, bahkan perdebatan di antara paa ulama.

Pada akhirnya, memang muncul dua pendapat yaitu ulama yang mengharamkan dan ulama yang membolehkan dalam konteks asuransi konvensional. Selain itu, ada juga beberapa ulama yang menggolongkan syubhat. Berikut dikutip beberapa pendapat ulama yang berbeda.

Ada bebrapa ulama yang membolehkan asuransi konvensional dengan alasan tertentu. Misalnya Syaikh Abdur Rohman Isa (guru besar universitas al-azhar) yang dengan tegas menyatakan bahwa asuransi merupakan praktik muammalah gaya baru yang belum dijumpai imam-imam terdahulu, demikian gaya baru yang belum dijumpai imam-imam terdahulu, demikian pula para sahabat Nabi SAW. Pekerjaan ini menghasilkan kemaslahatan ekonomi yang banyak. Oleh karena menyangkut kepentingan umum, asuransi halal menurut syara hukum agama).

Prof Dr. Muhammad Yusuf Musa (Guru besar Universitas Kairo) menyatakan bahwa asuransi bagaimana pun bentuknya merupakan koperasi yang menguntungkan masyrakat. Ia mengemukakan sepanjang dilakukan bersih dari riba maka asuransi hukumnya boleh. Dengan pengertian, apabila nasabah masih hidup menurut jangka waktu yang ditentukan dalam polis, dia meminta kembali hanya sebesar premi yang pernah dibayarkannya tanpa ada tambahan. Namun, apabila sang nasabah meninggal sebelum batas akhir penyetoran premi, ahli warisnya berhak menerima nilai asuransi sesuai dengan yang tercantum di dalam polis dan ini halal menurut hukum syara’.

Syeikh Abdul Wahab Kholaf (Guru Besar Hukum Islam, Universitas Kairo) berpendapat bahwa asuransi itu boleh sebab termasuk akad mudharabah. Ada beberapa ulama lain yang membolehkan asuransi, baik secara mutlak maupun bersyarat.

Dalam bukunya Asuransi Syariah, Sistem dan operasional. Muhammad Syakir Sula mengutipkan pendapat dari ustads Bahjat Ahmad Hilmi, seorang ulama Mesir, yang juga dikutip oleh K.H Ali Yafie dalam bukunya bahwa sesungguhnya peerbedaan pendapat di kalangan para ahli hukum islam sekarang mengenai masalah asuransi disebabkan mereka tidak mempunyai gambaran yang luas (utuh) tentang ta’min atau asuransi itu sebdiri, menurut yang dimaksudkan oleh para ahli hukum syariah. Begitu juga dengan bagaimana konsep, sistem operasional, serta kontrak-kontrak asuransi dalam praktiknya.

Asuransi secara prinsip tampak relevan dengan tujuan-tujuan umum syariah hanya the way atau cara implementasinya patut diceramati yang kemungkinan bertentangan dengan syar’i.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>