Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Asuransi Syariah

Asuransi pada dasarnya merupakan konsep pengelolaan risiko dengan cara mengailhkan risiko yang mungkin timbul dari peristiwa tertentu yang tidak diharapkan kepada orang lain yang sanggup mengganti kerugian yang diderita dengan imbalan menerima premi.

Pihak yang bersedia mengambil risiko tersebut disebut penanggung. Dapun pihak yang mengailhkan risiko disebut tertanggung. Perusahaan asuransi sebagia penanggung, dengan teknik tertentu dapat memperkirakan besarnya risiko financial yang dihadapi pada masa akan datan dari persitiwa yang dipertanggungkan. Dengan demikian besdarnya premi dari pertanggungan tersebut dapat diperkirakan. Dengan menggunakan konsep hukum bilangan besar, bedsarnya premi yang diterima oleh perusahaan asuransi lebih dari cukup untuk menutup kerugian dari pertanggungan tersebut. Hal inilah yang disebut dengan dengan underwriting profit yang merupakan salah satu sumber keuntungan asuransi konvensional. Sumber keuntungan lain dari perusahaan asuransi konvesnional berasal dari selisih bunga teknis dari bunga hasil investasi.

Dalam asuransi syariah, istilah tertanggung dan penanggung tiak relevan lagi jika dipandang sebagai pihak yang berbeda. Dalam kepesertaan asuransi syariah, baik tertanggung maupun penanggung adalah sesame peserta itu sendiri. Perusahaan asuransi syariah, dalam hal ini bertindak sebagai operator yang bertugas mengurus masalah administrasi data kepesertaan, mengelola risiko, mengelola dana dan membayarkan klaim sesuai dengan yang diperjanjikan. Sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan tersebut, perusahaan asuransi syariah memperoleh fee dan atau bagi hasil dari pengelolaan dana yang dilakukan serta  memperoleh pembagian dari underwriting surplus sesuai dengan yang disepakati.

Asuransi syariah maupun asuransi konvensional sama-sama menggunakan mekanisme reasuransi dalam rangka menyebar risiko yang dikelolanya. Perbedaannya dalam asuransi syariah tetap  menggunakan sharing of risk, sementara asuransi konvensional menggunakan konsep transfer of risk.

Adanya konsep keuntungan lewat riba setidaknya membut kaum muslim berooikir mengenai kekurangan sistem asuransi konvensional. DI Malaysia, pada tanggal 15 Juni 1972 jawatan kuasa Malaysia yang merujuk pada asuransi jiwa, telah mengumumkan bahwa hukum asuransi konvensional cenderung menggunakan model ekonomi kapitalis sehingga tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hukum islam.

Beberapa ulama terkenal juga mengharamkan asuransi konvensional, seperti Yusuf Al-Qaradhawi, Sayid sabiq. Walaupun demikian  berdasarkan alasan kemaslahatan atau kepentingan umum sebagian dari para ulama membolehkan beroperasinya asuransi konvensional.

Prinsp-prinsip asuransi konvensional yang bertaentangan dengan islam terdapat dalam tiga prinsip utama yang popular disebut mahgrib. Maisir maksudnya mengandung unsur perjudian atau untung-untungan, gharar maksudnya mengandung unsur ketidakjelasan dan riba maksudnya mengandung unsur bunga.

Dari kenyataan tersebut, kemudian dianalisis hukum atau syariat islam yang menyiratkan bahwa didalam ajaran isam termuat substansi perasuransian. Perasuransian model islam ini ternyata mampu menjawab keragu-raguan atas unsur mahgrib yang terdapat dalam asuranasi konvensional.

Bagaimana prinsip perasuransian ini ada dalam islam? Dalam penjelasan sebalumnya, telah dipaparkan secara singkat bagaimana Nabi Muhammad SAW pun mengadopsi aqilah sebagai cikal bakal asuransi dalam islam.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>