Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi penting karena risiko tidak ada yang tahu

Anda bisa mengontrol kesehatan, tetapi tidak bisa mengontrol kecelakaan

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat

Pintarlah mengelola risiko yang datang

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Asuransi melawan takdir

Tentang asumsi melawan takdir

Salah satu dasar pengharaman asuransi atau keragu-raguan umat untuk berasuransi karena praktik asuransi seolah-olah melawan takdir dari Allah swt atau menentang qadha dan qadar dari Allah swt. Tentu saja hal ini sangat mengganggu iman dan takwa seorang muslim.Semestinya seorang muslim percaya bahwa tiada sesuatu pun musibah menimpanya kecuali dengan izin Allah Swt.

ASuransi syariah hendaknya dipandang sebagai sebuah gagasan terobosan untuk saling membantu dan mengantisipasi terhadap musibah yang terjadi. Dengan demikian, terdapat keamanan bagi peserta asuransi dan keluarganya. Fleksibilitas asuransi syariah memungkinkan adanya akad-akad yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah tanpa melunturkan ketakwaan seorang  hamba kepada Allah.

Malang tidak dapat ditolak, namun manusia diperintahkan untuk meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Ibaratnya telah terdapat sabuk pengaman di setiap mobil. Bagi pengendara yang menyempurnakan ikhtiar tentu akan menggunakan sabuk pengaman sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kecelakaan. Tentu saja sang pengemudi tidak pernah menginginkan ia mendapatkan kecelakaan.

Menyempurnakan ikhtiar tidaklah menjadi bagian menentang takdir Allah Swt. Sungguh naïf apabila manusia berpikir demikian. Takdir manusia telah ditetapkan dalam kitab yang nyata. Akan tetapi, manusia diberi ilham untuk memilih takdirnya diantar dua tempat (surge dan neraka).

Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa adalah benar takdir ditetapkan lebih awal, tetapi pemberlakuannya kepada umat manusia ini melalui sebab-sebab. Dengan demikian, seorang hamba akan mendapatkan apa yang telah ditetapkan dan dipersiapkan baginya. Jika ia telah memunculkan sebab itu, Allah menyampaikan pada takdir yang telah ditetapkan bagiannya dalam Lauh Mahfudz.

Oleh karena itu, ikhtiar tidak menjadi upaya melaan takdir, tetapi menjemput sebab-sebab yang baik sehingga datangnya ketetapan Allah swt. Demikian pula berasuransi menjadi sebuah tindakan preventif terhadap peristiwa yang mungkin terjadi. Dalam hal ini tidak menganggu upaya meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, dan berserah diri terhadap ketentuan Allah swt.

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>