Sediakan asuransi pensiun anda mulai sekarang

Masa pensiun akan tenang, jika anda menyiapkan dana pensiun dengan baik

Asuransi itu tidak wajib tetapi sangat penting

Ketika sakit dijamin anda tidak dapat mengambil asuransi

Kami menyediakan solusi financial anda

Salah sau solusi financial dengan mengambil asuransi

 

Akad-akad yang digunakan dalam asuransi syariah (.)

 

Berikut ini merupakan bahasan implementasi akad-akad yang digunakan dalam asuransi syariah, yaitu berupa akad-akad tijarah dengan orientasi keuntungan komersial mengingat asuransi syariah juga sebagai komponen bisnis dalam praktit ekonomi syariah.

Akad Tabarru’

Tabarru’ secara bahasa berarti bersedekah atau berdema. Dalam arti yang lebih luas tabarru adalah melakukan kebaikan tanpa persyaratan.

Adapun secara istilah, tabarru adalah mengerahkan segala upaya untuk memberikan harta atau manfaat kepada orang lain, baik secara langsung maupun masa yang akan datang tanpa adanya kompensasi, dengan tujuan kebaikan dan perbuatan ihsan.

Tabarru secara hukum fiqhiyah masuk kedalam kategori akad hibah. Dalam salah satu definisi hibah dikatakan

Hibah dengan pengertian umum adalah berderma/bertabarru dengan harta untuk kemaslahatan orang lain dalam kondisi hidup.

Hibah mencakup hadiah dan shadaqah

  1. Jika memberikan sesuatu dengan maksud taqarrub kepada Allah dengan memberikan harta kepada orang yang membutuhkan, maka itu adalah shadaqah
  2. Adapun jika ia memberikan hartanya kepada orang lain dengan maksud memuliakan orang tersebut, maka itu adalah hadiah
  3. Dan jika tanpa maksud memuliakan orang tersebut

Tabarru merupakan hal yang sangat penting dalam akad asuransi syariah. Hal ini karena dasar akad dari sistem operasional asuransi syariah berpijak pad akad tabarru. Tabarru sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, merupakan bagian dari akad hibah. Dalam akad hibah sendiri terdapat beberapa terminology. Agar dapat dicirikan antara akad-akad tersebut, berikut perbedaaan antara akad tabarru dan akad hibah lainnya.

Tabarru mengerahkan segala upaya untuk memberikan harta atau manfaat kepada orang lain, baik secara langsung maupun yang akan datang tanpa adanya kompensasi, dengan tujuan kebaikan dan perbuatan ihsan.

Hibah, berderma dengan harta untuk kemaslahatan orang lain dalam kondisi hidup.

Wasiat, pemberian seseorang kepada orang lain yang di akadkan ketika hidup dan diberikan setelah yang mewasiatkan meninggal dunia.

Shadaqah, pemberian seseorang kepada orang lain dengan tanpa penggantian yang dilakukan karena ingin memperoleh pahala dari Allah swt.

Hadiah, pemberian dari seseorang kepada orang lain dengan tanpa penggantian yang dilakukan untuk memuliakan orang yang menerima hadiah tersebut.

Umra, pemberian sesuatu dari seseorang kepada orang lain, sepanjang umur penerimanya saja. Apabila si penerima meninggal dunia, barang tersebut harus dikembalikan kepada pemberi atau ahli warisnya.

Ruqba, kesepakatan antara dua orang bahwa siapa yang meninggal terlebih dahulu maka hartanya untuk yang masih hidup.

Athiyah, pemberian dari seseorang dalam kondisi sakit menjelang meninggal dunia atau dapat juga bermakna segala bentuk pemberian.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


thanks! click to close