pddn (1)

 

Catatatan dari kami:
Untuk mendapatkan panduan mendapatkan asuransi pendidikan yang terbaik, sebaiknya orangtua membaca artikel ini sampai selesai (berkisar 2-5 menit saja).
Kami jamin anda akan sangat sangat terbantu dengan hal ini (GARANSI ^_^)

 

 

Fenomena tahun ajaran baru, Pegadaian tembus Rp 200 MILYAR

Apakah anda menyimak berita awal Juli 2017 yang memberitakan bahwa orangtua meminjam uang ke pegadaian untuk kebutuhan anak sekolah ??

Fenomena ini terjadi setiap tahunnya, ini menandakan bahwa masih banyak orangtua yang tidak mempersiapkan dana pendidikan anak sejak dini, alhasil orangtua tersebut menghutang.

 

 

Apakah fenomena ini akan terjadi kepada kita sebagai orangtua ?

Sudah PASTI jika kita tidak mempersiapkannya sejak dini

 

Kami sudah lebih dari 900 kali memberikan konsultasi kepada orangtua perihal asuransi pendidikan anak, dari beberapa pertanyaan kami kepada orangtua. Semua orangtua ingin anaknya sekolah sampai perguruan tinggi,  namun dibeberapa pertanyaan kami selanjutnya seperti

 

1. Apakah bapak/ibu mengetahui biaya pendidikan yang diperlukan ?

Hanya 20-30 % yang sudah mengetahuinya.

2. Apakah bapak/ibu sudah memulai menabung khusus untuk dana pendidikan anak ?

Hanya 5 % yang sudah mempersiapkannya

 

(Orangtua diharapkan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masa depan yang pasti akan datang dan orangtua diharapkan memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan yang ada)

 

Sebelum mendaftarkan program asuransi pendidikan anak, pastikan anda mengetahui secara detail asuransi pendidikan anak untuk menghindari kekecewaan.

 

Konsep asuransi pendidikan itu sendiri adalah program asuransi yang menjamin dana pendidikan anak tercapai di saat kondisi pencari nafkah sakit kritis stadium akhir, sehat bahkan meninggal.

Hal ini disesuaikan dengan tabungan/premi yang disetorkan.

 

 

Dalam pengertian menyiapkan dana pendidikan, ada dua hal terpenting yang wajib diperhatikan:

 

a. Perlindungan pencari nafkah

—————————————————-

Kita mengetahui bahwa peranan pencari nafkah merupakan sangat vital bagi kehidupan keluarga. Kondis sakit kritis bahkan meninggal sekalipun yang terjadi pada pencari nafkah membuat istri dan anak khawatir, bagaimana memenuhi biaya hidup kedepan.

Jika pencari nafkah di PHK dalam kondisi sehat, maka pencari nafkah dapat mengusahakan apapun untuk mendapatkan penghasilan seperti berdagang, ojek ataupun melamar di perusahaan lain.

Lantas bagaimana jika pencari nafkah di PHK karena sudah lama tidak masuk kerja akibat masa perawatan/pengobatan di rumah sakit. Apakah orang tersebut bisa dengan mudah beraktivitas kembali ?

 

Seberapa seringkah anda melihat orang terkena stroke dapat bekerja kembali ?

Seberapa seringkah anda melihat pasien kanker stadium akhir dapat bekerja kembali ?

 

Dalam kondisi ini tentunya pencari nafkah akan semakin stress. Hal ini pernah kita temui seseorang yang menderita stroke, beliau semakin stres karena tuntutan biaya hidup keluarganya.

Penghasilan bisa saja berhenti, namun apakah

Biaya hidup keluarga bisa berhenti ?

 

Kami, anda dan orang-orang yang ada disekitar anda adalah individu-individu bagian kehidupan yang rentan terhadap risiko. Contohnya : sakit, kebakaran, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, putus hubungan kerja atau bahkan meninggal dunia. Dan seperti yang kita ketahui, risiko akan selalu ada dan tidak dapat dihilangkan.

 

 

b. Tabungan Pendidikan

—————————————

Saat ini orangtua tidak terlalu dibebankan biaya sekolah dari sd sampai sma, orangtua cukup memasukan anak ke sekolah negeri. Jauh berbeda dengan orangtua dulu yang membayar sekolah dari sd sampai sma.

Dengan kesempatan ini, orangtua bisa fokus kepada biaya kuliah anak kedepan, walaupun anak anda masih kecil. Mengapa ? karena biaya kuliah mengalami kenaikan 15-30 %/tahun.

Katakan biaya semester tahun 2018  di Universitas Indonesia Rp 8 juta/semester, maka kemungkinan besar biaya kuliah 2030 (13 tahun mendatang) sebesar Rp 50 juta/semester.

 

Permasalahannya adalah kenaikan penghasilan tidak mencapai 15 %/tahun. Artinya anda perlu mempersiapkan dana pendidikan anak ini sejauh dini.

Konsep asuransi pendidikan anak yang ditawarkan perusahaan asuransi bisa berbeda, anda bisa bandingkan dan sesuaikan dengan kebutuhan keluarga anda.

 

Berikut ini contoh kasus suatu keluarga mengambil asuransi pendidikan anak, silahkan di simak

Nama pencari nafkah : Bp Andi

Usia : 35 tahun

Pekerjaan : Wiraswasta

Status Merokok : Bukan perokok

Penghasilan : Rp 5 juta/bulan

Pengeluaran : RP 3.5 juta/bulan

Usia anak : 1 tahun

 

Dalam merencanakan dana pendidikan anak kedepan, orang tua harus mengetahui berapa biaya pendidikan yang dibutuhkan saat anak memasuki masa kuliah.

Rata-rata biaya kuliah saat ini dari awal kuliah sampai lulus kuliah (4 tahun) menghabiskan biaya sebesar Rp 150.000.000. Dalam biaya kuliah ada beberapa biaya seperti biaya pengembangan (SP), biaya semester, biaya gedung, biaya praktikum, biaya wisuda, biaya semester perbaikan, biaya ujian semester dan beberapa biaya lainnya,

Rata-rata  biaya kuliah di waktu sekarang Rp 150 juta, jika anak anda ingin belajar di perguruan tinggi yang berkualitas, maka kita harus menyadari tidak ada biaya kuliah yang murah. Maka mau tidak mau orang tua harus mempersiapkan dari sekarang.

 

Para pakar perencanaan keuangan sering bilang bahwa pendidikan merupakan investasi terpenting dalam hidup setiap orang. Masalahnya, ongkos pendidikan semakin melangit setiap tahun. Menurut hitungan para perencana keuangan, biaya pendidikan di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15% – 30% per tahun. Angka ini lebih dari dua kali lipat rata-rata kenaikan inflasi. Rata-rata kenaikan dana pendidikan perguruan tinggi sekitar 15-30 % / tahun

Kita bisa mengambil kenaikan biaya pendidikan 15 %/tahun.  Maka untuk menghitung biaya kuliah di masa depan adalah

 

Jika anak akan kuliah 18 tahun kedepan

Maka biaya kuliah di tahun 2034 sebesar :

FV = (I + 15 %) 18  x  PV

=    (1.15 %) 18  x Rp 150 juta

=  Rp 1.8 MILYAR

Total biaya kuliah anak adalah Rp 1.8 MILYAR. Dalam waktu 18  tahun kenaikan biaya kuliah mencapai 11-12 kali lipat, hal ini karena faktor waktu dan inflasi. Terkadang sulit untuk dipercaya namun itu adalah kenyataannya. Rata-rata orangtua terkendala dalam masalah biaya karena kenaikan penghasilan dibawah kenaikan biaya kuliah.

 

Bp Andi menyadari bahwa didalam hidup tidak ada kepastian bahwa kita bisa menafkahi  keluarga sampai masa penisun. Oleh karena itu, bp Andi mengambil asuransi pendidikan dengan premi yang terjangkau sebesar Rp 500.000/bulan.

——————————————————————————————–

Dengan premi Rp 500.000/bulan, maka Bp Andi mendapatkan fasilitas

——————————————————-

1. Perlindungan pencari nafkah

——————————————————-

Perusahaan asuransi akan memberikan fasilitas santunan jika pencari nafkah mengalami risiko seperti meninggal dan sakit kritis.

Meninggal

Santunan meninggal yang didapatkan oleh keluarga sebesar Rp 1 MILYAR

Jika Bp Andi tutup usia setelah melakukan pembayaran premi pertama ( baru 1 bulan), perusahaan asuransi tetap melakukan kewajibannya dengan memberikan santunan ini sebesar Rp 1 Milyar.

Saat perusahaan asuransi memberikan santunan meninggal, maka ada cara yang bisa dilakukan istri untuk bisa menafkahi anak. Dengan cara menginvestasikan dana tersebut ke deposito bank, dan istri cukup mengambil bunganya saja. Saat ini bunga deposito bank sebesar 5-6 %/tahun. Maka bunga yang bisa diambil per bulan

Dana Rp 1 MILYAR x 5 %/tahun = Rp 50 juta/tahun atau 4.1 Juta/bulan

Jika suami meninggal maka istri tetap dapat menafkahi anak dan membiayai sekolahnya dengan menggunakan bunga deposito bank.

JIKA KELUARGA TIDAK MEMILIKI WARISAN YANG CUKUP MAKA ADA 3 CARA YANG DILAKUKAN ISTRI JIKA SUAMI TIADA

1 KERJA BANTING TULANG MENGGANTIKAN SUAMI
2 MEMINJAM UANG ATAU BELAS KASIHAN SAUDARA TERDEKAT
3 MENJUAL ASET YANG TERSISA (JIKA ADA)

Sakit kritis stadium akhir

Salah satu penyebab gangguan keuangan yang dialami keluarga adalah saat orang tua atau pencari nafkah mengalami sakit kritis. Faktanya 80 % orang mengalami sakit kritis sebelum mereka meninggal, artinya bahwa sakit kritis merupakan hal yang wajar saat ini, mengingat pola hidup, polusi udara, polusi makanan dan stres, sering kita alami.

Saat tertanggung utama mengalami sakit kritis stadium akhir, maka pihak asuransi akan melanjutkan tabungan ini sampai usia Bp Andi  55 tahun.

 

Hasil tabungan ini dapat digunakan untuk

  • Dana pendidikan anak

  • Dana pensiun

2. Tabungan Pendidikan Anak

—————————————————

Jika menabung dana pendidikan anak Rp 500.000/bulan. Maka hasil tabungan selama 15 tahun sekitar  Rp 110-140 juta. Dengan asumsi bunga yang didapat 15 %/tahun.

Jika kita menabung di bank dengan nominal yang sama, maka hasilnya adalah 15 tahun x 12 bulan x Rp 500.00 = Rp 90 juta.

Dengan asuransi pendidikan anak ini, hasil investasi dapat digunakan untuk biaya pendidikan anak terlebih adanya fasilitas perlindungan pencari nafkah.

 

Ditahun 2018 ini merupakan waktu yang tepat untuk anda dalam mempersiapkan dana pendidikan anak melalui program asuransi pendidikan anak. Perlu anda SADARI bahwa 10 tahun mendatang persaingan tenaga kerja bukan lagi di level lulusan SMA, karena perusahaan perusahaan di saat itu sudah banyak yang menggunakan robot dan auto system. Persaingan tenaga kerja 10 tahun mendatang sudah di level sarjana dan magister (S2)

 

Konsultasikan 5 Poin Ini Secara Gratis ?

 

1. Kita bantu menghitung biaya kuliah anak anda di masa yang akan datang

2. Kita bantu menjelaskan bagaimana cara mengatur uang dengan tepat

3. Kita bantu memberikan gambaran asuransi pendidikan secara detail

4. Kita bantu menjelaskan persyaratan apa saja untuk menjadi nasabah asuransi pendidikan

5. Kita bantu memberikan Rancangan Asuransi Pendidikan Anak anda secara rill dan akan kami kirim melalui email

PLUS

 

Anda mendapatkan e-book/buku elektronik secara gratis setebal 40 halaman, yang akan membahas 5 pola dan prinsip manajemen keuangan pribadi yang akan berdampak positif bagi keuangan pribadi anda.

Ebook senilai Rp 150.000 ini kami berikan secara GRATIS

 

Hubungi kami sekarang

 

 

085893176956

 

images

Fields marked with an * are required